Para Napi di Jabar akan Mencoblos, Kemenkumham Jabar Perketat Pengamanan

0
32

BANDUNG– Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Jawa Barat menyatakan ada sebanyak 14.776 warga binaan di lembaga permasyarakatan (lapas) se-Jawa Barat yang akan mengikuti pencoblosan dalam gelaran Pemilu 2019.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak menyebutkan jumlah tersebut hanya sebagian dari keseluruhan sebanyak 24.329 warga binaan.

“Selebihnya 9.553 tidak mendapatkan kertas atau faktor lain, itu hasil akhir yang saya dapatkan tadi pada jam 11:00 WIB,” kata Liberti di Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019).

Dia menyebutkan ada sebanyak 92 tempat pemungutan suara (TPS) dari 33 Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) untuk para warga binaan yang mendekam di Lapas se Jawa Barat. Untuk pengamanan, ia mengatakan ada 9.083 pegawai yang mengamankan, terdiri dari pegawai lapas, pegawai rutan dan pegawai imigrasi.

“Kami secara menyeluruh perlu membuat pengamanan maksimal, sehingga kita tugaskan keamanan kita untuk lakukan pengamanan di lapas dan rutan untuk pemilihan besok (Rabu, 17 April),” katanya.

Sementara itu, menurutnya warga binaan yang tidak bisa memilih itu disebabkan oleh belum terdaftarnya warga binaan tersebut di KPU. Selain itu juga warga binaan yang berasal dari luar daerah yang tidak terdaftar.

“Ada di beberapa lapas kita yang kiriman dari Jakarta dan kadang ini kan belum tentu terdaftar,” kata dia.

Terkait warga binaan yang memilih untuk golput, ia rasa tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk memilih. Namun sebelumnya ia sudah mengampanyekan imbauan untuk menggunakan hak pilihnya.

“Kalau tidak mau nyoblos kan tidak bisa dipaksa, kita sudah menaruh spanduk bahwa Golput bukan solusi, kita juga sudah imbau dan sosialisasikan bahwa itu bukan solusi,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here