Penolakan Sandiaga Uno ke Pompes Buntet Cirebon Mendapat Kritikan dari Sejumlah Ulama di Buntet

0
180
ketetangan foto : Kyai Anis Mansyur (Pimpinan pompes Nad Watul Banin Buntet Cirebon) foto : caca

KAB. CIREBON- ramainya pemberitaan sekaligus menjadi berita vilar soal penolakan kedatangan Sandiaga Uno  saat melakukan kunjungan ke pompes Buntet Cirebon menuai pro dan kontra dilingkungan pesantren Buntet .

Selain penolakan terhadap wakil paslon nomor urut 2  Sandiaga Uno, Pimpinan pompes Buntet juga secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada  paslon nomor urut 1 pasangan Jokowi – Makruf Amin kepada publik.

Penolakan kedatangan  pasangan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, ke ponpes Buntet Cirebon tersebut mendapat kritikan dan disayangkan oleh sejumlah ulama dari pesantren- pesantren yang ada di lingkungan pompes Buntet Cirebon .

Menurut salah-satu ulama di Buntet Anis Mansyur sekaligus pimpinan pompes Nad Watul Banin mengatakan, peryataan yang di sampaikan oleh PIMPINAN Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Adib Rofiuddin dalam menolak kedatangan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, ke ponpes  Buntet ini tidak seharusnya diungkapkan kepada publik. ” Siapapun yang hendak bersilaturahmi ke pompes Buntet ini ya jangan di larang. Selama niatnya baik untuk bersilaturahmi ya boleh- boleh saja,”. kata Kyai Anis Mansyur

Menurutnya, pompes Buntet selayaknya di kembalikan fungsinya sebagai tempat untuk menuntut pendidikan ilmu agama . Sehingga dalam hal ini pompes jangan dikaitkan dengan urusan apapun selain hanya untuk belajar dan menimba ilmu agama, apalagi di bawa ke urusan politik ini yang harusdihindarkan dan kita jaga bersama,  ucap Kyai Anis Mansyur saat di temui awak media  baru-baru ini di kediamanya.

“Saya bukannya melarang para ulama yang menolak kedatangan Sandiaga Uno ke pompes Buntet ataupun sebaliknya mereka mereka yang menerima atau mengundang Sandiaga Uno untuk bersilaturahmi ke pompes Buntet. Namun,  penolakan ini justru bukan hal yang harus dipertahankan  dalam menjaga kebesaran nama baik pesantren Buntet Cirebon khususnya di Buntet sendiri maupun di luar Buntet,  papar kyai Anis Mansyur.

Dirinya menambahkan, Saya tidak berada dipihak menerima ataupun yang menolak. Akan tetapi saya merupakan dari pesantren yang ada di lingkungan Buntet juga.  Para ulama punya hak- haknya masing- masing . Namun jangan sampai penolakan Sandiaga Uno ini menjadi perselisihan di lingkungan pompes Buntet Cirebon, terangnya. (caca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here