Partisipasi Pemilih Pantura, Indramayu dan Cirebon Rata-rata 60 Persen

0
79
Rifki Ali Mubarok | Ketua KPU Jawa Barat,

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menilai angka partisipasi masyarakat di wilayah Pantura, Indramayu dan Cirebon merupakan paling rendah. Rata-rata, pastisipasi pemilih di kawasan tersebut stagnan di 60 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jawa Barat, Rifki Ali Mubarok. Menurutnya, salah satu faktor rendahnya partisipasi pemilih di kawasan tersebut ialah kedekatan antara Caleg maupun Capres dan Cawapres.

“Karakteristik masyarakatnya yang berbeda dengan daerah lain,” ucap Rifki saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Rifki menjelaskan, kultur di Indramayu, Cirebon dan Pantura memang menjadi tantangan tersendiri KPU Jabar atau daerah jelang Pemilu 2019.

“Beda dengan Pilkades di sana, animo masyarakat untuk memilih sangat luar biasa. Mungkin karena warga mengenal secara emosional calonnya jadi tinggi partisipasinya,” papar Rifki.

Baca juga : Dubes India Ingin Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatis Berlokasi di Jabar

Kata Rifki, beda halnya dengan Kota Tasikmalaya yang cukup tinggi partisipasi pemilih jelang Pileg dan Pilpres 2019. Bahkan, angkanya terus naik hingga saat ini mencapai 80 persen.

“Kota Tasikmalaya partisipasi pemilihnya capai 80 persen,” jelasnya.

Rifki menyebut, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih pihaknya rutin melakukan monitoring dan sosialiasi pada warga maupun KPU kota dan Kabupaten.

“Terus kordinasi dan monitoring dengan semua jajaran KPU kota/kabupaten agar Pemilu 2019 partisipasi pemilih terus meningkat,” imbuhnya.

Rifki berharap, pelaksanan Pemilu tahun ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, tentunya dengan angka partisipasi pemilih bisa mencapai 100 persen, tentunya dengan mengajak generasi milenial untuk menyuarakan hak pilihnya agar jangan golput.

“Apalagi generasi milenial saat ini sudah peka terhadap politik. Maka dari itu, kami akan terus menyosialisasikan Pemilu 2019 agar jelang Pemilu partisipasi pemilih meningkat,” pungkasnya.(hdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here