Langgar Keimigrasian, Tiga WNA Nigeria Jalani Sidang Tipiring

0
77
Keterangan foto : Tiga warga Nigeria saat menjalani sidang di PN Bandung, (foto:caca)

TopikSatu.com, – Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria, divonis bersalah melakukan tindak pidana keimigrasian dan dipidana denda Rp3 juta.

Ketiganya adalah, Chukwuebuka Cikamma Nwokoma (30), Uzoho Okeychukwu Festus (32), dan Joseph Frank (29).

Ketiga pria itu datang dan tinggal di Kota Bandung tanpa visa resmi menetap dan tak melapor ke pihak imigrasi.

Chukwuebuka, Uzoho, dan Joseph ditangkap oleh petugas Kantor Imigrasi Bandung dan BAIZ TNI di Apartemen Panoramic, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung pada 2 Januari 2019

salah satu warga negara asing (WNA) asal Nigeria ini. Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung Waspin Simbolon, Chukwuebuka Cikamma Nwokoma (30) menceritakan kisah sedihnya hingga terdampar di kota Bandung.

Chukwuebuka mengaku datang ke Kota Bandung dengan niat untuk mencari pekekerjaan menjadi pemain sepak bola di Indonesia. Harapan itu muncul setelah ditawari temannya sesama warga Nigeria yang berjanji bisa menyalurkan Chukwuebuka berkarier sebagai pesepak bola di salah satu klub di Indonesia.

Dia pun datang ke Indonesia pada Mei 2018. Selama mencari klub, Chukwuebuka tinggal bersama temannya di Apartemen Kalibata City. Lama tak kunjung mendapatkan klub, dia dibawa oleh temannya itu ke Kota Bandung, tepatnya di apartemen Panoramic, Jalan Soekarno-Hatta Bandung.

Namun, Chukwuebuka tak kunjung dipanggil bergabung dengan klub Persib Bandung. Sementara, untuk pulang ke Nigeria, Chukwuebuka sudah tidak punya uang. Bahkan, paspor yang hanya berlaku sampai Agustus 2018, dibawa kabur oleh temannya.

“Saya percaya saya teman. Saya serahkan paspor dan uang, tapi dia kabur. Saya ke Bandung karena kata teman saya itu Persib sedang mencari pemain. Saya memang bermimpi bisa main di sana (Persib). Saya mohon maaf karena jadi berakhir seperti ini,” kata Chukwuebuka Jumat (25/1/2019)..

Lantaran tak memiliki paspor dan izin tinggal, sebagaimana diatur oleh Pasal 116 Undang-undang Imigrasi, Chukwuebuka bakal dideportasi. Apalagi paspor milik Chukwuebuka raib dibawa kabur temannya.

Sedang Uzoho Okeychukwu Festus dan Joseph Frank mengaku datang ke Indonesia untuk membeli baju dan akan dijual kembali di Nigeria. Namun, dia kehabisan uang. Selama di Bandung, sekadar untuk makan, dia bergantung kepada belas kasihan temannya. “Saya tidak bekerja. Saya juga tidak terlibat jaringan narkotika,” ujar Uzoho.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Bandung Yosa Anggara mengatakan, pengakuan tiga WNA Nigeria tidak berkorelasi dengan alat bukti. “Di persidangan itu hanya pengakuan saja. Sebab kalau dikaitkan dengan alat bukti, itu (pengakuan) tidak berhubungan,” kata Yosa

Diruang terpisah menurut Kepala Kejari Bandung Rudi Himawan melalui Kasipdium Kejari Bandung Agus Kausal Alam mengatakan, terkait sidang terdakwa ketiga warga negara Nigeria ini pihaknya mendukung terhadap kinerja Imigrasi Bandung dalam menangani WNA-WNA yang bermasalah. kata Agus Kausal Alam.

Menurutnya, Imigrasi Bandung sudah bekerja sama dengan Kejari Bandung. dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung mulai memberlakukan persidangan cepat

“jika diperlukan pengawasan orang asing kami siap untuk turun bersama Imigrasi dalam pengawasn terhadap WNA mapun TKA, tutur Agus, (caca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here