Akibat Penyalahgunaan Izin Tinggal Seorang WN Irak Disidangkan

0
163
Keterangan foto : Rawan Ahmed Ismael warga negara Irak , terdakwa dugaan penyalahgunaan ijin tinggal keimigrasian saat menjalani sidang pertamanya di PN Bandung, Jawa Barat, Selasa,(8-10-2018), foto : Caca//topiksatu

TOPIKSATU.COM, BANDUNG- Sidang perkara penyalahgunaan ijin tinggal undang-undang keimigrasian dengan terdakwa Rawan Ahmed Ismail warga negara Irak menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bandung ruang Seno Oemar Adji Jalan Riau Kota Bandung Jawa Barat, Selasa(8-10-2018).

Dalam sidang perdana tersebut dihadirkan sejumlah saksi-saksi diantaranya Lalla Ermila Oktavia, Lukman Hakim, Wahyudin, Asep Ridwan, Sultan Fauzzy Nata Primadi, Barlian Gunawan (ahli keimigrasian), dan Eki Qushay (penterjemah Bahasa) dari Universitas UPI Bandung.

Menurut Jaksa penuntut umum (JPU) Mumuh mengatakan, Rawan Ahmed Ismael diduga bersalah karena tinggal di Indonesia telah melebihi batas waktu dari ijin tinggal yang telah ditentukan selama 60 hari. Karenanya, yang bersangkutan telah melanggar pasal 78 ayat 3 undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dan dapat dikenakan tindakan deportasi dan penangkalan oleh pihak Imigrasi Bandung, kata Jaksa Mumuh.

Selain itu Mumuh menambahkan, Sodara Rawan mengalami kesulitan komunikasi saat persidangan sehingga kami minta ke pihak Imigrasi Bandung untuk didatangkan salah seorang penterjemaah bahasa guna memperlancar jalannya persidangan.

” Rawan Ahmed Ismael diketahui pemilik Barbershop Mr Bond (pangkas rambut) juga sekaligus si pemangkas rambutnya, dengan memiliki keahlian khusuk mencukur rambut alis dengan menggunakan sehelai benang jahit,” terangnya.

Mumuh menjelaskan, bahwa yang bersangkutan diduga telah menyalah gunakan izin tinggal yang diberikan kepada dirinya yaitu dengan bekerja di Barbershop Mr. Bond di Jalan Cijambe Kota Bandung sebagai tukang cukur.

Akibat pelanggaran yang dilakukan sodara Rawan Ahmed Ismael tersebut, yang bersangkutan dikenakan pasal pidana undang- undang keimigrasian pasal 122 huruf (a) yang berbunyi  “Setiap orang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian ijin tinggal yang diberikan kepadanya, maka terancam dipidana dengan kurungan penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), papar Jaksa Mumuh. (Caca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here