Akibat Overstay, Imigrasi Bandung Ciduk 2 WNA Asal Irak Dan Singapura

0
112
Keterangan Foto: Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Sri Warnati bersama jajaranya dihadapan awak media saat memaparkan hasil dari pengawasan orang asing yang berhasil diamankan Kanim Bandung di acara Konferensi Pers di Aula Kantor Imigrasi , Selasa,(17/7/2018) Jalan Surapati Kota Bandung (Foto: Caca)

BANDUNG- Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung baru-baru ini telah mengamankan 2 (dua ) orang warga negara asing yang cukup bukti melakukan pelanggaran undang-undang keimigrasian di wilayah kerja Kanim Bandung.

Penangkapan dari kedua warga negara asing tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima kantor Imigrasi Bandung. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan kegiatan  TIMPORA bersama Polrestabes Bandung guna melakukan pengawasan terhadap keduanya, kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung Sri Warnati Saat Konferensi Pers di Aula kantor Imigrasi Bandung, Selasa (17/7).

“Kedua WNA tersebut berasal dari negara Singapura dan negara Irak . Dan diketahui  bernama Abdul Rahman Bin Selamat dan Rawan Ahmed Ismael BIbas,” paparnya.

Sri menjelaskan, Yang bersangkutan adalah WNA  pemegang izin tinggal, Namun telah berakhir masa berlakunya dari batas waktu izin tinggal yang diberikan (overstay). Sehingga keduanya diamankan oleh petugas Imigrasi Bandung, terangnya.

Adapun data paspor kedua WNA tersebut yaitu,  pertama, Abdul Manan Bin Salamat, asal negara Singapura, No Paspor E6454462B.  Kemudian ke-dua Rawan Ahmed Ismael BIbas, warga negara Irak No paspor A12812233.

“Abdul Rahman Bin Salamat telah melanggar atau melebihi batas waktu ijin tinggal (overstay) dan berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian bahwa yang bersangkutan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian dan namanya diusulkan dalam daftar penangkalan,” ucapnya.

Sedangkan Rawan Ahmad Ismail BIbas yang diketahui bekerja sebagai pemangkas rambut dengan keahlian khusus make up alis menggunakan benang di sebuah Barbershop yang beralamat di Jalan Cijambe Bandung dengan menggunakan Visa Kunjungan. Yang bersangkutan telah melanggar yaitu melakukan perubahan pada teraan izin tinggal dari semula 14 (empat belas) hari dirubah menjadi 214 (dua ratus empat belas) hari. Hal tersebut dirinya telah melanggar Undang-undang Keimigrasian Pasal 121 No.6 Tahun 2011.

Selain itu,  Terduga Rawan telah cukup bukti melakukan tindak pidana keimigrasian, yaitu orang asing yang dengan sengaja menyalah gunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan memberikan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya sebagaimana diatur dalam pasal 122 huruf a undang-undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda  500 juta, tegasnya.

Dirinya menghimbau kepada semua masyarakat agar lebih berperan aktif dalam memberikan informasi keberadaan orang asing di wilayah kerja Kanim Bandung. Jika disekitar masyarakat ada orang asing yang kiranya  tidak mengantongi ijin tinggal, segera laporkan kepada petugas Imigrasi Bandung, tutur Sri Warnati (Caca)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here