Imigrasi Bandung Kenalkan Timpora Soal Aplikasi QR Code

0
190
Kepala Imigrasi Kelas 1 Bandung, Sri Warnati saat memberikan penjelasan soal aplikasi QR Code kepada Timpora KBB, Cimahi di Mission Pine Hotel Padalarang KBB, (foto : Caca)

TOPIKSATU.COM,– Kantor Imigrasi Kelas I Bandung baru-baru ini mengadakan rapat evaluasi dalam penguatan tim pengawasan orang asing Timpora 2018 di Padalarang Kab Bandung Barat . Dalam acara tersebut turut hadir dari Kesbangpol, Kejaksaan, Dinas Pendidikan , Disnaker, Disdukcapil, Polres Cimahi, BIN, Dinas Kesehatan.

Kanim kelas 1 Bandung Sri Warnati mengatakan, rakor ini dilaksanakan sesuai amanat undang-undang  nomer 6 tahun 2011 tentang  keimigrasian dan pembentukan tim pengawasan orang asing baik tingkat kabupaten maupun tingkat daerah, katanya, Kamis(29-3-2018)

Terkait adanya mega  proyek di wilayah kerja Kanim Bandung , Dirinya mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawaan secara terus menerus kepada mereka maksimal mungkin dan secara priodik mereka juga melaporkan baik keradaan maupun kegiatan orang asing di mega proyek tersebut, jelasnya

“Kami pun juga melakukan monitor terhadap mereka dan dari keimigrasian mereka sudah tertib dan memiliki KITAS , terangnya Sri Warnati

Menurutnya, untuk tahun ini Direktorat Imigrasi sedang membangun aplikasi yang namanya  QR Code . Aplikasi tersebut terkait soal data-data orang asing  baik dokumen maupun keberadaan WNA. Sehingga dengan adanya aplikasi QR Code ini dapat memudahkan  tim pengawasan orang asing saat dilapangan,terangnya

Dirinya menjelaskan, QR Code merupakan code yang diaplikasikan pada stiker sebagai peganti pada cap keimigrasian. Dan diterapkan pada 5 bandar udara internasional di Indonesia. Kedepan akan dilakukan di seluruh tempat pemeriksaan imigrasi di seluruh Indonesia termasuk PLBTN di perbatasan. Kendati demikian anggota Timpora di Kota dan Kabupaten harus megetahui dan mengerti soal aplikasi ini. Dan  QR Code akan diuji coba awal di Bandara Internasional Sukarno- Hatta. Tentunya berdekatan dengan wilayah Bandung yaang notabennya rata- rata WNA dari luar negeri masuk dari Bandara Sukarno-Hatta, jelasnya.

Selai itu, QR Code juga akan disinkronkan dengan aplikasi pengawasan orang asing (APOA) di tempat jasa penginapan atau hotel yang memberikan penginapan bagi orang asing. Sehingga  pemilik penginapan bisa mengabil data di QR Code tanpa perlu menginput kembali data melalui aplikasi APOA, tutur Sri Warnati (Caca)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here