Walaupun Banyak Kendala, Proyek Taman Regol Terus Dikebut

0
817
Sejumlah pekerja saat mengerjakan proyek Taman Regol, di Jalan Pasirluyu, Kota Bandung.* caca

BANDUNG, (TOPIKSATU.com) — Pelaksanaan pengerjaan Taman Regol terus dikebut. Hal tersebut berkaitan dengan batas waktu kontrak, yang jatuh hingga akhir Desember 2017 ini.

Kegiatan penataan Sungai Cikapundung daerah Cijagra dan Pasirluyu terdiri atas empat segmen yang dilaksanakan; pertama, pelebaran jalan; ke dua, alun-alun; ke tiga kaulinan barudak; ke empat taman kota.

Menurut Mustari, salah seorang kordinator pelaksana, mengatakan pengerjaan proyek Taman Regol akan dilakukan siang-malam, mengingat waktu kontrak yang mepet.

“Selain nantinya taman ini bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung, Taman Regol menjadikan Sungai Cikapundung sebagai sarana hiburan dan tempat berolahraga yang ditata dengan konsep hutan buatan,” kata Mustari, Rabu, (6/12)

Lebih lanjut dijelaskan Mustari, untuk pengerjaaan proyek Taman Hutan Sungai Regol ini, pelebaran jalan yang dilakukan sudah mencapai 70%.

“Kita tinggal pelaksanaan untuk alun-alun beres, kemudian dilanjutkan dengan  finishing, dan penanaman tanaman pohon serta bunga-bunga, sedangkan yang lainnya baru akan kita tanam  lagi saat finishing jogging track,” jelasnya.

Sementara untuk hutan kota, diakui Mustari, ada beberapa kendala karena kawasan proyek yang merupakan lahan daerah aliran sungai justru lahan tersebut banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar  yang dibangun rumah atau bengkel sebagai tempat usaha warga sekitar.

“Kami pun menjadi kesulitan saat melaksanakan pengerjaan pembuatan hutan dan taman di lokasi tersebut,” aku Mustari.

“Kami baru dua minggu melaksanakannya. Akibat hal ditersebut  progresnya masih agak di bawah 30% untuk hal tersebut. Adapun kendala lainnya, yaitu jalur sepeda. Kemarin kita menunggu pembebasan lahan yang dimanfaatkan oleh warga,” sambungnya.

Proyek Sungai Cikapundung ini, kata Mustari, merupakan penataan ulang, di antaranya ada pemasangan  kirmir sepanjang 480 meter dan di area  hutan kota itu sepanjang 280 meter serta di Lengkong, yang tadinya tidak ada kirmir itu menyempit dari 10 meter sekarang menjadi 14 meter.

Menurutnya, bagi warga agar berhati-hati, karena ada pelebaran jalan di situ.

“Kalau bisa mah dihindari saja untuk melalui Pasirluyu Selatan, karena ada kaitan dengan pelebaran jalan,” tuturnya.* caca

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here