Kang Uko: “Warga Harus Pintar Memilih Para Calon Walikota Bandung,”

0
361
Kang Uko saat memberikan wawasan di hadapan para siswa SMAN 10 Bandung, belum lama ini.

BANDUNG,TOPIKSATU.COM- Beberapa waktu belakangan ini nama Ujang Koswara santer diperbincangkan, latar belakang dan kiprahnya menjadi satu fenomena yang menggambarkan sosok inspiratif simbol perlawanan terhadap kesenjangan sosial melalui langkah kreatif dan solutif. Sosok Ujang Koswara makin santer menjadi buah bibir bagi warga kota Bandung karena dikaitkan dengan Pemilihan Walikota Bandung setelah kemunculan baliho bergambar wajahnya bertuliskan “Bukan Calon Walikota” ditemui di beberapa titik reklame di sekitar jalan protokol Bandung.

Namun Uko panggilan akrabnya, menjelaskan kemunculan baliho miliknya bukan semata-mata untuk mengkam panyekan dirinya dalam pencalonan Pilkada, namun lebih untuk memberikan edukasi dan kritikan terhadap para calon Walikota Bandung yang nanti akan bertarung untuk menjadi pemimpin bagi warga kota Bandung. “Ini mah hanya bentuk peringatan saja untuk para bakal calon, setidaknya warga Bandung nantinya memiliki standar minimal kriteria memilih seorang pemimpin. Kang Emil itu sudah cukup baik, paling tidak nanti penggantinya harus lebih baik.Kalo emang masyarakat menganggap saya layak dicalonkan menjadi calon walikota Bandung mah gampang, tinggal menambahkan kata (Bukan Calon Walikota) biasa aja”, tutur Kang Uko sambil tertawa kecil saat diwawancarai awak media usai memberikan pemaparan di SMA 10 Bandung, (3/11).

Kedatangan Ujang Koswara di SMA 10 Bandung dalam acara Alumni Berbagi disambut antusias oleh seluruh siswa, guru dan para alumni yang hadir. Kegiatan ini sejalan dengan kurikulum 2013 mata pelajaran wirausaha bidang rekayasa. Selain berbagi pengalaman dan ilmunya, Uko juga memperagakan kinerja produk kreatif buatannya yakni Hawuko (Hawu Ujang Koswara), kompor berbahan bakar sampah kering dengan metode sederhana namun menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu dan charger hp. Uko juga melakukan penandatanganan MoU dengan pihak SMA 10 Bandung untuk pelatihan bertajuk Implementasi KWU : Rekayasa Listrik Dalam Bentuk Tepat Guna, LIMAR (Listrik Masyarakat Mandiri).

Kepala Sekolah SMA 10 Bandung Ade Suryaman mengatakan Kehadiran Ujang Koswara diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa khususnya kelas 12, dengan segala ilmu yang dimiliki Uko, pengalaman serta apa yang telah dilakukannya sehingga menggugah siswa untuk terus berinovasi dan kreatif. Kami juga telah melakukan MoU untuk mendorong produk Limar (listrik Mandiri Rakyat). “Kehadiran Uko menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah ini. Semoga dengan kegiatan alumni berbagi kali ini memberikan motivasi kepada siswa, manakala siswa setelah lulus nanti bisa mandiri”, terang Ade Suryaman.

Dalam kunjungan itu, Uko memberikan pengalaman dan disiplin ilmu kepada siswa. Siswa yang hadir mendengarkan paparan dari kang Uko terlihat enggan beranjak dari tempat duduknya sampai kang Uko selesai memberikan cerita pengalaman dan produk inovasi yang sudah dirasa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai alumni SMA 10 Bandung tahun angkatan 1988, Ujang Koswara menyebut bahwa ini adalah bagian dari bela negara dan pendidikan karakter. Bela negara itu tidak melulu mengangkat senjata, menjadi wirausaha yang kreatif, inovatif serta menghasilkan produk yang bermanfaat juga termasuk sikap bela negara. “Karena sebaik baiknya manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Dan satu lagi yang perlu ditanamkan oleh para siswa, setinggi-tingginya karyawan tetap karyawan, sekecil-kecilnya wirausaha anda adalah bos nya”, pungkas Uko (Yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here