Seprizal: “Pejabat Notaris Harus Profesional dan Berkualitas saat Bertugas”

0
221
Sejumlah narasumber saat memberikan pembinaan di hadapan para notaris di Hotel Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, kemarin Foto: Caca

JATINANGOR,- Bertempat di Hotel Puri Katuristiwa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi Layanan Notariat dengan mengusung tema ” Pelaksanaan Jabatan Notaris Berdasarkan Kode Etik dan Undang-undang Jabatan Notaris”.

Acara tersebut dihadiri Kepala Divisi Administrasi Nofli, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Seprizal, Pejabat Struktural Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Perwakilan Lapas Sumedang dan Akademisi. Adapun sebagai narasumber pada Sosialisasi Layanan Notariat ini yaitu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat , Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Barat, Majelis Kehormatan Notaris Jawa Barat R. Tendy Suwarman dan Akademisi UNPAD Isis Ikhwansyah.

Kegiatan Sosialisasi Layanan Notariat Wilayah Sumedang ini dihadiri sebanyak 200 orang peserta yang terdiri dari Notaris-notaris yang wilayah kerjanya berada di Wilayah Sumedang dan dan Kabupaten Bandung, Unsur Pemerintah, Unsur Akademisi (UIN, UNPAD, UNINUS) dan Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Majelis Kehormatan Notaris, Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.

“Kegiatan sosialisasi ini harus terus di tingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas agar mampu meningkatkan kompetensi notaris terutama notaris di Wilayah Jawa Barat, tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko, kemarin

Sementara menurut Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkumham Jabar Seprizal mengatakan, Sebagai notaris dalam menjalankan tugasnya itu harus amanah, jujur, seksama, mandiri dan tidak berpihak. Karenanya notaris itu adalah jabatan tertentu yang menjalankan profesi dalam pelayanan hukum kepada masyarakat. Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang untuk membuat akte autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang 30 Tahun 2004, kata Seprizal.

Lebih lanjut Dirinya mengatakan, pejabat notaris akan di awasi kinerjanya oleh pengawas Majelis Kehormatan Notaris(MKN). Selain itu juga sebagai pejabat notaris harus bekerja sesuai undang undang, memberikan laporan kinerjanya serta harus aktif pada organisasinya, katanya.

“Pejabat notaris harus bekerja secara profesional, disiplin dan tertib administras. Mengapa demikin? karena jika notaris tidak profesional dan disiplin dalam tugasnya maka tidak sedikit notaris yang tersangkut masalah hukum pidana akibat kekurang hati -hatiannaya saat menjalankan tugasnya sebagai pejabat notaris,” ungkap Seprizal.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja para notaris di Jabar. Hal tersebut mengingat jumlah notaris di Jabar merupakan jumlah terbesar se-Indonesia. Selain itu pengawasan juga untuk meminimalisir jumlah notaris yang dilaporkan oleh penyidik ke majelis kehormatan notaris (MKN), paparnya

Karenanya sebagai pejabat notaris bukan hanya pintar dalam mencari kliennya. Namun menjadi notaris harus berkualitas, bekerja profesional, disiplin, tertib dalam administrasi, juga harus berprilaku yang baik ,taat aturan hukum dan kinerjanya harus mencerminkan undang-undang kenotariatan, tutur Seprizal, (Caca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here