Kemenkumham Jabar Akan Memperketat Melantik Notaris

0
277
Keterangan foto: Kepala kantor wilayah Kemenkumham Jabar Indro Purwoko saat membuka acara sosialisasi layanan notariat di Hotel Mason Pine, Kab. Bandung Barat, Selasa,(29/8). Foto: Caca

BANDUNG – Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia kantor wilayah Jawa Barat melakukan sosialisasi layanan notaris pada pelaksanan jabatan notaris berdasarkan kode etik dan undang-undang jabatan notaris.

Dalam acara sosialisasi tersebut dihadiri sebanyak 200 peserta diantara peserta meliputi notaris se -wilayah Kabupaten Bandung Barat. Para Mahasiswa jurusan hukum kenotariatan, dan perwakilan dari Universitas di Bandung. Adapun sebagai narasumber yaitu, (Seprizal) Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkumham Jabar , ( A. A Leonard Kiuk, SH.,MH), Ketua Majelis Notaris wilayah Jawa Barat, Isis Ikhwansyah (Akademisi UNPAD)

“Sebagai notaris dalam menjalankan tugasnya itu harus amanah, jujur, seksama, mandiri dan tidak berpihak. Karena notaris itu adalah jabatan tertentu yang menjalankan profesi dalam pelayanan hukum kepada masyarakat, perlu mendapat perlindungan dan jaminan demi tercapainya kepastian hukum,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar Indro Purwoko, di Hotel Mason Pine Kab. Bandung Barat , Selasa(29/8).

Notaris merupakan pejabat umum yang berwenang untuk membuat akte autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang 30 Tahun 2004.

Menurutnya, Di Jawa Barat ada sebanyak 3.654. notaris yang tersebar di 27 Kota dan Kabupaten. Meningkatnya jumlah notaris juga meningkatnya permasalahan notaris yang dilaporkan ke Majelis Kehormaran Notaris oleh penyidik, katanya.

Perlu diketahui Notaris yang diberhentikan tidak hormat kebanyakan mereka para notaris yang melanggar aturan hukum salah-satu contohnya yaitu menghilangkan uang negara, memalsukan tanda tangan, memberikan keterangan palsu dalam tugasnya dalam membuat akta dan berbagai kecurangan lainya yang melanggar krtentuan hukum, Karenanya pejabat notaris itu harus seksama. Sehingga dalam menjalankan tugasnya anotaris harus berhati-hati, jika melakukan pelanggaran maka akta yang di buat oleh notaris tersebut bisa menjadi akta dibawah tangan atau batal demi hukum . Dan tujuan membuat akta sebagai alat bukti yang sempurna tidak tercapai. Bahkan pabila para pihak yang bersangkutan merasa dirugikan dapat menggajukan tuntutan gati rugi ataupun melaporkan kepada yang berwenang sebagai suatu tindak pidana, paparnya.

Indro menambahkan, kebearadaan notaris disatu daerah itu bergantung pada banyaknya jumlah penduduk di daerah itu sendiri. Karenanya dalam pelantikan notaris di Jabar pihaknya akan memperketat . Mengapa demikian karena notaris itu bukan sekedar cerdas dalam menghadapai kliennya , namun notaris itu harus mencerminkan Undang-Undang yang juga harus menjalankan kode etik notaris saat menjalankan tugasnya, ” Saya akan memperketat dalam melantik seorang notaris di Kemenkumham Jabar,” kata Indro.

Dirinya menghimbau kepada pihak perguruan tinggi , Universitas dan notaris agar dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswanya tentang notaris itu harus memberikan sejelas mungkin. Bukan saja soal teori namun etika dalam kenotarisan juga harus ditanamkan kepada para calon notaris, ujar Indro Purwoko (Caca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here